SHARE

Istimewa

CARAPANDANG - Komisi Eropa pada Kamis (16/5) meluncurkan proses resmi terhadap Facebook dan Instagram milik raksasa teknologi Amerika, Meta, atas kekhawatiran soal keamanan anak.

"Komisi Eropa khawatir bahwa sistem Facebook dan Instagram, termasuk algoritme mereka, dapat merangsang kecanduan perilaku pada anak-anak," demikian disampaikan Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.



CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di hadapan Komite Jasa Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) dalam sidang dengar pendapat terkait Pemeriksaan terhadap Facebook dan Dampaknya pada Sektor Jasa Keuangan dan Perumahan di Capitol Hill di Washington DC, AS, pada 23 Oktober 2019. (Xinhua/Liu Jie)

Investigasi itu juga akan memeriksa jaminan usia dan metode verifikasi Meta, tambah Komisi Eropa.

Investigasi tersebut dilakukan berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) Uni Eropa (UE), yang mulai berlaku tahun lalu. DSA mewajibkan perusahaan-perusahaan teknologi untuk berbuat lebih banyak dalam melawan konten ilegal dan memitigasi risiko seperti disinformasi atau manipulasi pemilihan umum (pemilu) di platform mereka. Perusahaan yang melanggar DSA dapat dijatuhi denda hingga 6 persen dari omzet global tahunan mereka.



Logo 5G-A terlihat dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2024 di Barcelona, Spanyol, pada 29 Februari 2024. Gelaran MWC 2024 ditutup pada 29 Februari 2024. (Xinhua/Gao Jing)

Facebook dan Instagram sebelumnya telah menghadapi pemeriksaan UE atas disinformasi pemilu dalam sebuah kasus yang dibuka pada akhir April, menjelang pemilu Parlemen Eropa pada Juni.

Tags
SHARE